menu

Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Juli 2013

TOMCAT



APA ITU TOMCAT?

Paederus riparius atau yang populer disebut dengan tomcat adalah sejenis serangga yang meresahkan masyarakat Surabaya, akhir-akhir ini. Serangga ini mirip dengan rayap dan semut, warnanya merah cokelat dan ukurannya berkisar 1 cm. Ada dua sungut di kepala, memiliki tiga pasang kaki yang masing-masing terdapat di ruas tubuhnya.

Tomcat ini masih family dari kumbang rove, di mana mereka memiliki toksin yang dapat menyebabkan iritasi cukup berat pada kulit. Spesies ini sebenarnya sudah ada sejak lama dan telah menyebar di seluruh dunia.  Dikatakan ada lebih dari 600 spesies serangga Paederus yang tersebar di seluruh dunia.

Serangga ini pada umumnya keluar di sore atau malam hari, dan cenderung menghindari sinar matahari. Namun, serangga ini gemar tinggal di ruangan yang hangat dan penuh dengan cahaya. Ia sangat tertarik dengan lampu atau sinar di malam hari. Menurut Medical and Veterinary Entymology, serangga ini tidak menggigit atau menyengat. Namun, serangga ini dikategorikan sebagai serangga berbahaya, karena menghasilkan racun yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Gawatnya, Tomcat juga akan mengeluarkan cairan pada benda-benda, seperti baju, handuk, atau benda-benda lainnya.

GEJALA TERKENA TOMCAT

Meski tak mengigit, serangga ini memiliki cairan racun di dalam tubuh (kecuali sayap) yakni toksin hemolim. Cairan hemolim atau toksin ini disebut sebagai 'paederin'. Paederin inilah yang menyebabkan bengkak hebat, dan menyebabkan reaksi pada kulit sekitar 24 jam setelah kontak. Penderita yang terkena racun Paederin serangga Tomcat biasanya akan mengalami gatal-gatal yang dalam istilah medisnya disebut Dermatitis Paederus.

Respon yang berbeda terlihat di kulit tergantung pada, durasi konsentrasinya pemaparan, dan karakteristik individu. Ketika kulit terkena toksin serangga tomcat, maka kulit akan terasa terbakar, panas, timbul ruam, hingga kulit seperti melepuh dan bernanah.
Pada kasus penderita yang mempunyai riwayat kulit sensitif atau penderita alergi dan asma biasanya mempunyai manifestasi yang lebih berat. Pada kasus ringan, biasanya terdapat kemerahan di kulit yang berlangsung selama beberapa hari.

Dalam kasus sedang, kemerahan tersebut berkembang menjadi bintil berisi cairan mulai kecil dan melepuh melebar selama beberapa hari. Selanjutnya, diikuti dengan tahap koreng ketika lepuh mengering lebih dari seminggu, dan kemudian meninggalkan bercak hiper (menghitam) atau hipopigmentasi (memutih). Pada kasus yang berat, di samping menunjukkan kemerahan dan kulit melepuh lebih luas, dapat menunjukkan gejala tambahan, seperti demam, nyeri persarafan, nyeri tulang, dan muntah.
Iritasi tersebut dikenal dengan nama dermatitis linearis, iritasi yang terjadi karena kontak dengan serangga.



PENGOBATAN


FARMAKOLOGIS (dengan obat)

1.    Minyak goreng yang diaduk bersama dengan garam dapur. Obat penawar tersebut kemudian bisa dioleskan pada kulit yang terkena racun. Obat penawar ini juga berlaku untuk semua jenis serangga sebagai pertolongan pertama (Rasmi R,S.St.M.Si, Peneliti Pemerintah Kota Padang, Sumatra Barat).

2.    Mengonsumsi jus kulit manggis (merk apapun) 30 ml 2x sehari (setiap pagi setelah makan dan malam sebelum tidur).

3.    Dan untuk mengobati lukanya supaya cepat mengering, bisa dengan mengoleskan obat alami jelly gamat (di oleskan secara merata ke daerah yang terkena gigitan tomcat/ seperti luka bakar).
4.    Pengobatan tambahan bisa dilakukan. Pilihannya adalah dengan memakai salep Hydrocortisone 1%, salep Betametasone, antibiotik Neomycin Sulfat, atau dengan salep Acyclovir 5%. Tetapi, penggunaan salep tersebut harus melalu izin dokter.

NON FARMAKOLOGIS
Beberapa cara untuk menghindari gangguan serangga tomcat/semut kayap (Rove beetle) ini antara lain:
1.     Jangan memukul, menyentuh, atau melakukan kontak secara langsung dengan serangga tomcat. Sekalipun serangga ini sudah mati, toksin yang terdapat pada tubuhnya berbahaya dan dapat menyebabkan iritasi kulit bila tersentuh
2.    Jangan memberikan minyak kayu putih, minyak tawon, atau lotion anti gatal apabila terjadi iritasi karena serangga tomcat
3.    Segera cuci tangan atau bagian yang terkena toksin tomcat dengan sabun dan air, karena sabun dapat membantu menetralisir racun
4.    Iritasi dapat berlangsung cukup lama, apabila luka semakin parah, segera hubungi tenaga kesehatan
5.    Jangan menggaruk bagian yang merah walaupun terasa gatal agar tidak terjadi infeksi
  1. Meredupkan lampu rumah jika tidak terpakai di malam hari, sebab serangga ini menyukai cahaya.
  2. Menutup pintu dan jendela dengan rapat dan menggunakan kawat kasa pada ventilasi yang rawan dimasuki. Bisa juga menggunakan kelambu di saat tidur
  3. Melakukan pengecekan tempat tidur dan sekitar kamar sebelum tidur, jika ditemukan serangga ini usahakan mengusir tanpa menyentuhnya atau menyemprot dengan insektisida. Ganti/cuci bersih semua benda yang tersentuh oleh serangga ini
  4. Tidak lupa kami anjurkan kepada Saudari dan kaum muslimin untuk memperbanyak taubat dan amal sholeh, serta do’a kepada Rabb alam semesta meminta perlindungan dari marabahaya, seperti yang tercantum pada dzikir yang dibaca setiap pagi dan petang.
     (dari berbagai sumber)

Selasa, 30 April 2013

SARIAWAN


DEFINISI

Sariawan atau stomatitis aftosa (stomatitis aphtosa) adalah suatu kelainan pada selaput lendir mulut berupa luka pada mulut yang berbentuk bercak berwarna putih kekuningan dengan permukaan agak cekung. Munculnya sariawan ini disertai rasa sakit yang tinggi.
Sariawan merupakan penyakit kelainan mulut yang paling sering ditemukan dan wanita lebih mudah terserang daripada pria. Prediksi untuk sembuh sekitar 7 sampai 10 hari.

sumber gambar: http://pernak-pernikgigi.blogspot.com/2010/05/sariawangejala-dan-upaya-pencegahan-nya.html


PENYEBAB
1.       Infeksi virus atau bakteri Candida albicans
2.       Luka yang tergesek berulang-ulang
3.       mengonsumsi makanan atau minuman panas,
4.       alergi,
5.       kekurangan nutrisi, terutama vitamin C dan B12, yang terdapat dalam berbagai sayur dan buah yang berwarna kuning (Jeruk, delima, atau berry)
6.       kelainan pencernaan,
7.       kebersihan mulut tidak terjaga,
8.       hormonal,
9.       faktor psikologis, dan
10.   kondisi tubuh yang tidak fit

PENGOBATAN

Sebenarnya, sariawan bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu sekitar 7-10 hari. Namun untuk mempercepat penyembuhan bisa menggunakan cara-cara sebagai barikut;

1.       Farmakologis (dengan obat)

a)      Obat sintetis
-berkumur dengan obat kumur yang mengandung chlorhexidine gluconate atau topikal kortikosteroid, untuk mempersingkat waktu penyembuhan luka. Obat jenis topikal anestesi (salep) bisa diberikan untuk meredakan rasa sakit.
- sediaan borax gliserin 5%

b)      Obat Alam
-bahan: tomat, kiwi, jeruk lemon, dan madu.
 campur 1 buah tomat dan kiwi (kupas kulitnya) ke dalam blender. Tambah dengan air perasan ½ jeruk lemon dan madu secukupnya. Blender, lalu minum 3 kali sehari (Mochtar Wijayakusuma, ahli obat tradisional China)

- Daun Kemangi dan Kunyit
Mengunyah 4-5 lembar daun kemangi dan air minum. Cara ini efektif untuk meredakan nyeri sariawan dan segera menyembuhkan. Bisa juga mengoleskan ramuan pasta yang terbuat dari tumbukan kunyit dicampur dengan satu sendok teh gliserin. Oleskan pasta ini dibagian luka.

-Daun Sirih
Rebus daun sirih yang telah di campur dengan garam
, jadikan sebagai obat kumur.

-Jambu Air
Ambil kulit batang jambu air 10 gr (Kulit batang yang masih muda), cuci dan tumbuk halus tambah 1/2 gelas air matang, saring. Gunakan air saringan tersebut untuk kumur.

-Air Kelapa
Ambil air kelapa, jika ada air kelapa hijau. Gunakan untuk kumur dan bisa juga ditelan.

2.       Non-farmakologis

-Jika sariawan akibat kurangnya nutrisi, dianjurkan memenuhi kebutuhan vitamin C, tak kurang dari 60mg per hari. Selain itu, selalu lengkapi menu makanan sehari-hari dengan sayur dan buah-buahan.
-Meminimalisasi stres juga dapat membantu proses penyembuhan sariawan dan mencegahnya datang kembali.
-menjaga kebersihan mulut.
-menghindari cara menyikat gigi yang keras agar tidak terjadi trauma.
-membiarkan sariawan sembuh sendiri adalah pilihan yang bijak. Secara normal, sariawan akan sembuh sendiri kira-kira seminggu. Selama itu, tentu saja jangan makan-makanan yang pedas untuk mencegah keparahan yang berlanjut.

Jumat, 18 Januari 2013

MAAG


Seorang teman mengadukan kasus nyeri lambung yang dialaminya, gejala lain yang menyertai dan sangat mengganggu yaitu sendawa terus menerus. Setelah menemui Dokter spesialis, maka diberilah resep yang obatnya seabrek (dan mahall....) *semakin spesial = semakin banyak = semakin baik ? ;

Lansoprazole                    
Pancreatin
Simethicone
Clidinium bromide
Chlordiazepoxide
Astaxantin suplemen natural
CTM

Tapi.... sendawanya tidak hilang. Malah semakin menjadi-jadi & lebih sering dari biasanya. Why? Adakah solusi lain? Bolehkah mengkonsumsi obat herbal sambil mengkonsumsi obat sintetik?


Jawab :

Obat-obat yang diminum memang bersifat meredakan gejala-gejala tukak lambung/ maag yang dialami, tetapi tidak serta merta menyembuhkan 

maag kronis
(bahkan bisa terjadi pendarahan sehingga darah ikut keluar bersama feses)
 
                                                                         
GEJALA MAAG :

1. Perut kembung, akibat asam lambung yang meningkat dan kurangnya enzim pada alat pencernaan.
2. Mual dan muntah terjadi akibat impuls dari otak bawah yang berkaitan dengan saraf rasa sakit dan iritasi dari traktus gastrointestinal.
3. Sering merasakan lapar, karena akibat terlambat makan penderita maag sering kali makan dengan porsi yang terlalu banyak agar bisa menampung kekosongan lambung. Namun, hal ini menyebabkan mereka jadi masih merasa lapar karena otak terprogram bahwa makanan yang masuk belum mencukupi asupan makanan ideal sehari.
4. Saat buang air besar merasakan sakit karena pola hidup yang tidak teratur dan sehat yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan termasuk pada saluran pembuangan akhir seperti rektum dan anus.
5. Sering sendawa


PENYEBAB :

1. terlambat makan atau pola makan yang tidak teratur.
2. adanya mikroorganisme yang merugikan seperti helicobacter pylory dapat menyebabkan peradangan lambung berlanjut sampai terjadi tukak, bahkan kanker lambung.
3. konsumsi obat-obatan tertentu/ konsumsi alkohol
4. pola tidur yang tidak teratur,
5. stres

PENANGANAN
1. Penanganan secara farmakologi

a. Obat sintetis

Secara singkat, obat-obat yang telah diresepkan dokter ini, masing-masing berfungsi untuk

Lansoprazole -   pengobatan jangka pendek tukak lambung dengan cara mengurangi produksi asam lambung
Pancreatin – enzim untuk membantu proses pencernaan
Simethicone – membantu mengurangi gas dalam perut dengan melancarkan pembuangannya
Clidinium bromide – mengurangi produksi asam lambung dan menurunkan intensitasnya
Chlordiazepoxide – mengurangi nyeri dengan relaksasi otot
Astaxantin suplemen natural - antioksidan
CTM –antihistamin/ antialergi

Nah, mengenai sendawa yang malah semakin menjadi setelah mengkonsumsi obat, itu dikarenakan Simethicone yang berfungsi mengeluarkan gas supaya perut tidak terasa kembung dan lebih nyaman.



Seringkali, obat-obat yang sintetis bersifat meredakan symptom/gejala-gejala penyakit yang dialami, tetapi tidak serta merta memperbaiki jaringan yang rusak dan menyembuhkan penyakit-penyakit tersebut

 
 





b. Obat herbal

Cara : 1 genggam daun cincau (kira-kira 80 gram berat basah). Daun dicuci lalu digiling halus. Lalu diremas dengan air masak seperlunya dan disaring, diberi air kapur sirih seperlunya agar lekas menjadi kental. Setelah menggumpal dimakan dengan air gula atau sirup. Dalam sehari cara ini dilakukan 3 kali, masing-masing dengan gelas ukuran kira-kira 200 cc.

2. buah kersen/ talok (Muntingia calabura L.)
                Cara : konsumsi minimal 3 buah, buah kersen segar dalam sehari (pengalaman teman).

3. kunyit
Cara : 2 jari tangan kunyit. Dikupas dan dibersihkan, diparut, dan ditambah air matang. Setelah itu, diperas melalui kain bersih. Hasilnya didiamkan dan diambil airnya. Dalam sehari diminum 2 kali, masing-masing satu ramuan. Meminumnya pagi sebelum makan dan malam sebelum tidur.



Secara umum, walaupun reaksi obat tradisional dari bahan alam ini cenderung lambat, dan lama direspon tubuh, namun kelebihannya adalah sifatnya yang juga menyembuhkan dan memperbaiki kerusakan jaringan tubuh yang diserang penyakit.
 
 






2. Penanganan secara non-farmakologis

1. memperbaiki pola makan
2. melakukan pola hidup sehat dan bersih, seperti menjaga kehigienisan makanan dan minuman
3. untuk mengurangi nyeri : masukkan, air panas/ hangat kuku ke dalam botol dan tempelkan pada      bagian perut yang terasa sakit


LIHAT JUGA